Kisah Cinta

January 17, 2010 by

this is true story about ” Love ” ASR Search Engine

Pemirsa…!!!
Mohon maaf ya!!, tulisan yang menyangkut Kisah Cinta terlarang dibawah ini , kami telah hapus , silahkan kunjungi  Wattpad dan blog WP atau Blog/ situs lainnya yang telah meng-Copy-nya

Salahkah Aku bila mencintai Ibu-ku

Dalam perjalan hidup anak manusia , tidak jarang dijumpai legenda Kisah Cinta Terlarang diantaranya : Read the rest of this entry »

Catatan sebuah Boneka

August 14, 2015 by

Catatan sebuah Boneka

Oleh ariariany

Boneka ini …… mempuyai cerita …. dia sebuah pemberian… dan menjadi kisah dari separuh hidupku. pemiliknya.. pernah kukenal tetapi tidak kuketahui dia datang saat anakku membutuhkan seorang ayah.. tapi apakah ia juga datang untuk ….. ach….

Part 1-Langit Cerah

Jakarta Nopember 2000

Resah dan gelisah… Menunggu disini

Disudut sekolah…Tempat yang kau janjikan Ingin jumpa denganku

Walau mencuri waktu…Berdusta pada guru

**Malu aku malu pada semut merah Yang berbaris di dinding

Menatapku curiga Seakan penuh tanya…

Sedang apa disini ? Menanti pacar jawabku

Sungguh aneh tapi nyata tak’kan terlupa…

Kisah kasih disekolah… Dengan si dia

Tiada masa paling indah… Masa-masa disekolah

Tiada kisah paling indah… Kisah-kasih disekolah

…………………..

Alunan lagu dari Chrisye walaupun bukan lagu kesukaanku ..yang melantun terbawa angin … dilangit cerah waktu itu membuat hatiku sedikit tenang , menunggu sahabatku “Irma” .

Irma , sahabat karibku yang centil, nakal suka mengganggu, mencolek siapa saja yang ditemuinya.., tetapi dia selalu ceriah , sangat baik, dan sangat memperhatikan segala kebutuhan maupun keperluanku… sampai2 urusan makan dan tidurpun diperhatikannya, melebihi perhatian kedua orang tuaku , dan akan mengajak kami berdua liburan ke Makassar.

Irma , anak seorag pejabat dan pengusaha sukses di Makassar , sangat kaya , disekolahkan di SMA Al Ashar Kelapa Gading Jakarta, bersama-sama dan sekelas, dan pada akhir tahun ini , sebelum kami menamatkan sekolah di SMA, saya diajaknya berlibur ke kota kelahiranya.

Entah berapa lama waktu berlalu yang menambah kebosananku menunggu, tiba saya dikagetkan dengan tepukan dipunggungku..

“Ririn, Maaf , aku terlambat.., habis jalanya macet banget, membuat kamu lama menunggu” sapanya tersenyum manis, seakan akan tidak pernah berbuat dosa membuat orang sebel menunggu.

“Sejak kapan kamu menggunakan alasan macet kalau terlambat Irr, pokoknya saya tidak memaafkanmu, tuh lihat Mamaku juga kesel menunggumu.”, kataku sambil menunjuk kearah Mama yang lagi mempersiapkan hidangan dan minuman untuk kami berdua di Taman belakang rumahku…

“Ririn…sayang, tau nggak..si erno pingin juga ikut kita liburan ke Makassar..” potong Irma tiba-tiba.

“Ngapain si Brewok itu berubah arah, bukankah erno akan berlibur bersama Alda ke Singapore?” kataku makin kesal.

“Nah…cemburu nie..!!”

“Siapa yang cemburu”

“Tau deh !!, Yang jelas kata erno , kalau kita tidak mengikutkan dia , dia akan pergi juga ke Makassar sendirian”

“Biarin aja.., emangnya gue pikirin”

“Jangan gitu Rin…, dia juga kan teman kita. Sahabat kita, Lagi pula dia kan pelindung kita disekolah”

“Tapi Irma, tanpangnya itu kan kayak preman pensiunan yang kehilangan pisau cukur…he..he” kataku sambil tertawa.

“Nah gitu donk Ririn.. sayang..”, kata Irma juga tertawa, “Ntar saya suruh klimis alias botak tuh brewoknya, sebelum kita barengan ke Makassar, kalo perlu kayak Arkut .. Ha…ha..ha..pasti dia nurut” sambung Irma terbahak bahak.

“Emangnya serial elif, Irr..” kataku singkat.

“sebenarnya kalau Sedikit Brewok kan kren kayak si-Kenan” kata Irma sambil menarik tanganku ke meja makan yang udah disiapkan oleh Mamaku.

“Ehhh… gak salah tu Irr.., inikan rumahku…kok kamu yang ajak saya ke meja makan..”

“Ya.. ya.. Rin.., Kamu kan tuan rumah yang jelek, dari tadi aku udah lapar nih.., masa sih tamu didiamin aja.., betulkan Tante??” kata Irma sambil menoleh ke Mamaku yang hanya tersenyum.

Kami makan-minum bertiga dengan Mama di taman

“Mana Om , tante” tanya Irma pada Mama , sambil mengambil salad di meja dan mulai mencicipinya.

“E..eeee.iii. kok tamunya menyerang ,belum di persilahkan??!” kataku ngeledek..

“Jangan pelit Rin,… ntar Lu.. masuk Naraka , tuh lihat Tante, seneng kalo masakannya diserang sampai ludes, betulkan Tante???” kata Irma meminta dukungan sama Mama.

Mama hanya tersenyum

“Ohh.. Ya Tante,.. Erno mau juga ikut ke Makassar menemani kita” kata Irma sambil menatap Mama menunggu respon.

“Syukur lah Nak Irma Kalau Erno juga ikut, kemarin juga Nak Erno datang kesini meminta izin sama tante untuk menemani Kamu berdua” kata mama ..,

“Wow.., rupanya si Erno keduluan minta izin ke tante dari pada kami…he..he..” Kata Irma tertawa sambil melirikku..penuh arti. “Tapi Tante tidak perlu khawatir Ntar Irma siapin 3 orang Satpam menjaga Putri kesayangan Tante, yang penting mohon doa restunya “

“Emangnya ke Makassar untuk pernikahan , Irma ” kataku nyengir

Kuajak Irma masuk kamarku untuk beristirahat.

“Wow,baru seminggu aku tidak masuk kamar ini , eh taunya warganya bertambah banyak ya!” kata irma setelah melihat koleksi bonekaku.

“Cuman beberapa kiriman dari kakakku di Batam”

“Emanggnya kakakmu produksi boneka ya!”

“Nggak sih…, cuman kakakku rajin mencarikan koleksi yang baru” kataku sambil memperlihatkan boneka yang baru saja kakak kirim.

===

Part 2- Hujan disenja hari

Minggu pagi, awal desember 2000, Kami berdua dengan Irma , menuju pesawat yang akan membawa kami ke Makassar, Erno tidak bisa ikut karena orang tuanya tiba-tiba sakit dan diopname di Rumah sakit.

“Penerbangan cuman satu jam 50 menit” kata Irma , sangat senang dan mungkin karena sebentar lagi Irma akan ketemu dengan orang tuanya dan teman2nya, tetapi tiba2 dia berkata lirih ” Sayang si-brewok kita tidak bisa ikut”.

“Doakan Irr, agar Maminya cepat sembuh, dan erno bisa segera menyusul kita”

“Amin.. ya Allah, Rasanya ada sesuatu yang kurang tanpa erno ya Rin?! ” kata irma.

“Entahlah Irr, perasaanku juga seperti itu”.

“Mungkin karena selama ini erno selalu melindungi kita berdua terutama kamu Rin, dari teman2 yang jail disekolah”.

“Begitu kah?”

“Buktinya Erno kan meminta izin sama Mamimu, bukan sama saya sebagai obyek tujuan yang mengajak berlibur” kata irma yang tiba2 dipotong oleh pengumuman dari Pramugari.

Tak terasa penerbangan kami sudah menempuh waktu satu setengah jam,sebentar lagi pesawat udara kami akan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Sewaktu Pesawat Udara kami melintasi bagian barat Kota Makassar “Itu Pantai Losari Rin.., Pantai yang sangat indah dengan sunsetnya , dan makanan khasnya Rin” Irma menunjuk kebawah , melihat Pantai Losari dari jendela pesawat yang mulai merendah, lanjutnya ” Sebentar lagi kita kesana menikmati matahari terbenam sambil makan Pisang Epek” kata Irma.

Beberapa saat kemudian Pesawat mendarat dan kami dijemput oleh keluarga Besar Irma, Adik dan Ibunya sangat ramah “Cantik sekali kamu Nak Ririn, bagaimana khabar Ibumu, mudah2an sehat sealu dan tetap dalam ridhoNya, eh… Mana Erno, katanya kamu bertiga akan berlibur di makasaar, dan….dan…”, “Cerewet sekali ibunya Irma , tidak memberi kesempatan untuk menjawab dan menyalaminya..tetapi sosok ibu yang sangat menyenangkan..sepertinya keluarga yang sangat berbahagia..,

” Aduhhhh..mam, beridong kesempatan sama kak Ririn untuk ngomong , masasih ibu bertanya terus” potong Irma…

2 jam kemudian tepatnya pukul 17 lewat 45 menit, kami berdua sudah nongkrong di pantai losari..seperti yang Irma janjikan..namun tiba2 angin laut bertiup kencang.

” ya.. Allah , Sepertinya hujan akan turun di senja hari ,.. Rinn, bagaimana kalau kita jalan jalan ke Mol Transtudio saja ya! , tidak jauh kok dari sini, tuh kelihatan gedungnya”

“Terserah aja sama kamu Irr.., kamu kan yang lebih tau “.

“Konon khabarnya Trans Studio Makassar ini adalah taman hiburan indoor terbesar ke-2 di Indonesia setelah Trans Studio Bandung yang dibngun kemudian. Di atas lahan seluas 3 Hektar, Trans Studio Theme Park menyajikan 22 wahana permainan dan bermacam bentuk hiburan yang terdapat dalam 4 kawasan dengan tema yang berbeda dan unik” kata Irma meniru-niru cewek PKL,”tapi kita masih banyak waktu , kita ke Malnya saja” sambungnya sambil menarik tanganku untuk bersegera.

“Jujur saja , Mal ini jauh lebih besar dari beberapa mal di Jakarta seperti Mal Kelapa Gading” kataku dalam hati, Dilantai dasarnya terdapat kolam dan Air mancur yang luas, dan dipinggirannya juga ada berbagai stand2 show room dan cafe yang tertata rapi indah modern dan menyenangkan para pengunjung.

Setelah menelusuri lantai dasar yang sangat mempesona, Irma mengajakku ke lantai 2 tempat Games dan segala macam permainan. Lantai ini cukup ramai pengunjung mulai dari balita sampai orang dewasa..tetapi cukup tenang dan tidak berisik…

Saya mengajak irma memasuki suatu galeri Lego…dengan maksud mencarikan oleh2 untuk didot, adiknya erno yang bungsu , tetapi tiba2 saya melihat Boneka yang sudah lama saya cari2, Boneka Beanie Baby, termasuk 10 boneka termahal di jagad ini, tapi sayang Boneka itu telah dibeli oleh seseorang.

“Irma, tolong donk tanyakan sama itu Bapak dimana etalase boneka yang dia pegang”.

“Malas ach.., Kamu aja yang nanya” kata Irma menolak.

“Takut Irr, kata teman2 cowok makassar itu galak-galak, betulkan ??!”.

“Siapa yang bilang Irr, mari saya temani tetapi kamu yang harus nanya, kamu kan yang membutuhkan”.

*******

Dengan rasa cemas, saya bersama irma mendekati Bapak itu.

“Selamat Malam Pak , Bisa nanya ?!”

“Nanya Apa Mba?”

“Dimana Etalase Boneka yang seperti itu Pak..ehh Mas” kataku sambil menunjuk Boneka yang dia pegang. Kurang sopan rasanya menyebut Bapak kepada cowok ini.

“Oh.. yang ini ya!! , Saya juga nggak tau Mba, saya mengambilnya di tumpukan mainan lego”

“terima kasih Mas” kataku singkat

“Kasihan boneka ini sendirian gak ada yang nemani, tapi kalau Mba mau , mba boleh mengambilnya”, kata Bapak itu sambil mengansurkan boneka itu kepadaku.

“Terima kasih mas” kataku lagi sambil mengambil boneka itu dari tangannya..dan kutatap matanya…., senyumnya… Ya Allah.. kenapa jatung ini rasanya ingin loncat keluar…, saya tidak berani berlama-lama dihadapannya, bukan takut karena katanya pemuda Makassar galak-galak tapi dia sangat berwibawa, sepertinya mempunyai kharisma sebagai pengayom keluarga, seperti Papaku.

“Oh Ririn… Apa yang kamu tau tetang Wibawa, Kharisma, Pengayom segala…, dia itukan masih muda, paling-paling 5-6 tahun lebih tua dari kamu Rin, Mungkin dia itu belum berkeluarga alias menikah.., alias bujang..  oh…ririn mungkin kamu jatuh cinta pada pandangan pertama oh..ririn…..ririn .. ternyata kamu payah “, cepat2 saya menarik tangan Irma menjauh..dari pemuda itu.

“Ichhh… Rin , kenapa mukamu kayak kepiting rebus??”

“Kita pulang ya Irr.., saya capek seharian dalam penerbangan, kita kan masih banyak waktu”

“Nah.. lo.. Pemuda Makassar galak-galak kan?!, suka mencuri hati .. rasain lo Rin”

“Tapi Irma..”

“OK sayang…, tapi kita makan Malam dulu ya!!”

“Terserah kamu Irr” jawabku singkat sambil menarik tangan Irma keluar dari gallery itu.

“Tapi Itu Bonekanya harus dibayar dulu donk, ntar scuritynya bunyiin alarm”

Terpaksa saya harus antri lagi di kasir, saya tidak berani lagi menoleh kiri-kanan ntar ketemu pandang lagi dengan pemuda itu.

Entah berapa lama mengantri di kasir ini..tetapi akhirnya tiba juga giliran saya untuk membayar harga boneka itu, setelah di cek ternyata barcode / label harganya sudah terlepas , sehingga kasir itu pergi lagi mengecek harga sesuai jenis bonekanya.

“Delapan puluh enam juta empat ratus lima puluh ribu rupiah…Mba “kata kasir itu menyebut harga boneka .

“Ya Allah..Kok mahal banget Mba.. Apasih kelebihannya”.

“Boneka ini mempunyai sertifikat semacam akte kelahiran lagi pula hanya diproduksi dengan jumlah terbatas.., kalau tidak salah kami hanya mempunyai 3 buah. 1 sudah laku dan tinggal 1 di etalase”.

“Tapi kalau gak jadi diambil, gak apa2 ya mba?!” kataku pada kasir itu yang mungkin mengecewakannya.

Tiba2 terdengar ucapan seperti suara bapak atau pemuda tadi dari belakangku…

“Dikemas aja Mba dan buatkan sertifikatnya, ntar saya bayar sekalian bawaan saya ini” kata pemuda itu sambil menyodorkan juga belanjaannya dan kartu kreditnya.

Oh malunya saya.. tapi udah terlanjur, apa boleh buat.

“Iya mas” kasir itu Meng-iyakan lalu ” siapa Nama dalam sertifikat boneka ini Mba??” tanya kasir itu sambil tersenyum kepadaku.

“Ya.. Allah.. sial apa aku hari ini, udah malu dikiranya juga aku pacar pemuda itu” kataku dalam hati.

“Seperti dalam kartu kredit itu mba” kataku sambil menunjuk ke kartu kredit pemuda itu, sekalian untuk mengetahui siapa nama pemuda makassar yang sangat boros itu.

“Itukan boneka feminin , sebainya nama cewek” usil pemuda itu, sambil tersenyum.

“Lihay juga pemuda ini , sepertinya ingin menyumbang dengan nama hamba Allah”.

Tiba2 Irma menyelutuk “Diambil jalan tengah aja , Nama Depannya Ririn dan nama belakangnya seperti dalam KK itu”, pas banget ide si-Irma yang jail ini.

Si Kasir membaca nama yang tertera di KK pemuda itu “ArmanSyah”, “Ririn ArmanSyah, dan tanggal kelahirannya??”, tanya lagi kasir itu.

“Tanggal hari ini saja” kembali Irma centil cepat melerai “Anggaplah hari ini adalah hari lahir jadian kalian..  he..he…”

Pemuda itu hanya tersenyum, tetapi muka ririn kayak udang goreng, seandainya ririn gak menggunakan hijab…mungkin telinganya kelihatan sangat memerah..

Sepasang telinga dibalik jilbabku ini rasanya sangat panas.., lagian jantung ini..berdendang ria tak teratur.., membuat kringat digin mulai merembes dikeningku “Ya Rab.., Tolong Hambamu ini ya Allah..” kulihat angka di layar koputer yang harus dibayar pemuda boros itu tertera Rp.122.750.250.-

“Mati lo pemuda boros…, KK kamu pasti over-limit” kataku dalam hati untuk menenangkan jantung ini

suatu perasaan manusia pada umumnya mencari teman sependeritaan, begitu juga Ririn , menenangkan hatinya dengan ingin melihat pemuda itu mendapat malu.

“Belum mencapai limit kartunya Pak?” tanya kasir sebelum menggesek kartu kredit Mandiri Platinum dari pemuda itu.

“Di coba aja Mba, Kalau mencapai limit diganti aja dengan kartu debet yang ini” kata pemuda itu sambil mengeluarkan kartu debetnya yang juga Mandiri Platinum.

“Krek…krek..” bunyi mesin pencetak struk..lancar

“Nah..Ririn… Lo nggak bisa mengukur dalamnya kantong pemuda makassar” bisik Irma di telingaku yang makin membara.

“Bukan salahku Irr.. .. Dia sendiri yang menawarkan kok” kataku lirih.

“Tapi lo harus berterima kasih Rin” jawab Irma sambil meninggalkan Ririn “Gue ke toilet sebentar ya rin, tunggu gue disini”

“Ya Allah… strategi apalagi yang kamu jalankan Ir…” gerutu Ririn dalam hati.

“Mana Adiknya , Mba…Ririn ?!” kata pemuda itu sambil menyodorkan Kemasan Bonekaku dan sertifikatnya .

“Kok Tau Nama saya Mas” tanyaku agak heran

“Tuh tertera disertifikat Mba Ririn”

Kulihat nama nama disertifikat, Nama Ibu : Ririn, Nama Ayah “ArmanSyah” , Nama Boneka “Ririn ArmanSyah” Tanggal Lahir 12 Desember 2000.

“Salam Kenal Mas Arman “Kataku memberanikan diri sambil berinisiatif menyalaminya dengan mengacungkan tangan untuk menyalaminya terlebih dahulu.

“Saya sangat senang berkenalan dengan Mba Ririn” katanya singkat sambil merangkapkan kedua telapak tangannya didepan dada, sebagai penyambutan salam .

“Ya Allah.., Lindungilah Hambamu ini yang selalu salah tingkah…, ternyata pemuda ini sangat sopan dan tau tata krama pergaulan muda mudi”, kataku dalam hati sambil merangkapkan kedua telapak tanganku didepan dada seperti sikap pemuda itu.

“Kenapa Mba Ririn , Anda kelihatan pucat”

“Tidak..kenapa-kenapa, mungkin kelelahan Mas Arman, kami baru saja tiba di kota ini”

“Emangnya Mba Ririn dari Jakarta ya!, Selamat Datang di Kota Angin Mamiri” kata pemuda itu sambil membukukkan badan

“Kok Mas Arman tau?”

“Kalo nggak salah, Mba berdua Alumi Al-Azhar kelapa Gading?”.

“Mas Arman , para normal ya?” balasku mulai dapat mengendalikan jantungku yang perlahan-lahan tenang kembali.

“Nggak sih.. cuma nebak aja, Didompet Mba berdua lekat logo SMA Al-Azhar Kelapa Gading Jakarta”

“Oh…!!”, tiba2 Irma datang memotong perkataanku “Udah Kenalan ya Kak Rin?”, “Salam Kenal Mas Arman, Nama Saya Irma, Adik Mbaku yang cantik ini” kata Irma sambil merangkapkan kedua tangannya didepan dada menghadap Arman.

“Saya sangat senang berkenalan dengan Adik Irma dan Ririn” balas Arman yang juga merangkapkan kedua tlpak tangannya didepan dada, “Mohon Maaf, Saya tidak dapat berlama-lama menemani adik berdua”

“Tunggu dulu mas Arman, Banyak terima kasih atas pemberian bonekanya Mas” kataku mengharapkan dan menahan Arman lebih lama.

“Sebagai ucapan terima kasih kami, maukah Mas Arman menemani kami berdua makan Malam” sambung Irma juga dengan maksud yang sama.

“Alhamdulillah, terima kasih Adik berdua, Insya Allah dilain kesempatan , kalau ada jodoh kita akan ketemu lagi… Ass.W.W”

“Waalaikum salam ” jawab kami berdua.

Melihat Arman beranjak tergesa-gesa meningggalkan kami berdua tanpa memberikan kesempatan kami menahannya, Arman melangkah tanpa menoleh sekalipun.. sampai menghilang dibalik punggung pengungjung

Kami berdua hanya bengong berdiri.. dan tidak tau harus berbuat apa..

“Yuk Rin..kita kelantai dasar .. makan malam”

“Yuk Rin..kita kelantai dasar …… sayang?!!” sapa irma berulang2 tapi sepertinya Ririn tidak mendengarkan, entah apa yang sedang dihayalkan

,… “Hai… hai.. Tuan Puteri Ririn…,Kok Layu sebelum berkembang???”

“Maksudnya??” tanya Ririn tersadar

“Maksudnya… Tuan Putri Putus cinta sebelum jadian..he..he”

” Siapa??”

“Begok lo..”

“Siapa lagi… emangnya saya ?” kata Irma ngeledek plus jengkel..sambil menarik tangan Ririn menuruni Eskuator ke lantai dasar

***

Sebelum berangkat berlibur Irma sudah merencanakan akan membahagiakan sahabat karibnya, dengan cara apapun..Karena akhir-akhir ini Ririn banyak berdiam diri di sekolah, sepertinya menghadapi masalah di rumahnya.

Ingin rasanya menanyakan sesuatu tapi bagaimna cara memulainya.., juga kasihan melihat Ririn yang dari tadi diam dan bengong saja setelah perkenalan dengan Si Arman yang misterius itu, padahal sehari-hari Ririn tidak seperti itu.

Irma tersenyum sendiri, dia telah memikirkan sesuatu untuk sahabatnya, bukan Irma kalo tidak bisa mendapatkan ide, apakah itu ide mulus atau ide yang bulus, pokoknya demi sahabatnya ia akan berbuat sesuatu, apapun itu.

“Irma.., Apa semua cowok makassar boros seperti Arman??”, Ririn memulai berkicau setelah mereka memesan Mie Titie , makanan khas Kota Makassar.

“Hampir semuanya seperti itu Rin.., tapi hanya kepada orang yang dia sayangi..” kata Irma memulai strateginya.

“Tetapi..”

“ya..!, Kamu heran kan?, dia berani berkorban kepada orang yang belum dikenal”sela Irma sambil mengaduk aduk mie yang telah dihidangkan.

Ririn mengambil sumpit dan hanya menusuk-nusuk dan menatap kosong mienya yang masih mengepul.

“Rin .. hati2 lo.., Biasanya cowok seperti itu pasti ada maunya”.

“Tatapi”.

“Kok tetapi…, tetapi dari tadi aja Rin?.. terusin donk!!”

“Maksudku, kalau ada maunya..,kenapa dia tidak menanyakan alamat, sekolah , atau pin BB, berapa lama dimakassar…., atau apa saja..lah”.

“terus…kalau dia nanya seperti itu, apa kamu jawab sejujurya Rin?” tanya Irma sambil mulai menyantap Mienya.

“Iya donk .. emangnya harus berbohog kepada cowok yang sangat santun.. seperti itu”, jawab Ririn yang juga hanya menusuk-nusuk mienya yang mulai dingin…

“Nah…lo.. itu kan maumu, tapi mau dia siapa yang tau di otaknya, tuh makan mienya Rin..nggak enak kalo udah dingin”

“Tenang aja Rin… Kita ikuti aja strateginya…, sumpah deh , dia itu pasti diam diam cari tau tentang kita” sambung Irma sambil mengeluarkan 2 lembaran ratusan ribu untuk membayar Bil yang disodorkan oleh pelayan cafe.

“Saya aja yang bayar Ir..”

“Satu lagi jurus di Makassar yang perlu lo tau , kalo makan bersama tuan rumah yang harus bayar” kata Irma

“Begitu kah??”

“Yang mengajak, Bos atau Atasan, Tuan Rumah , yang lebih mapan ,itulah yang harus membayar.., kami di sini gak tau, dan gak mau basa basi… Ririn sayang??.

“Ohh”

“Cepat Rin dihabisin, mie-nya.. enak gak ?”

“enak Irr.. , rasa tambah.., baru kali ini saya cicipi makanan khas makassar”

“di Bolevard dekat sekolah kita juga ada Rin”

“Kalo begitu hari pertama sepulang kita dari makassar, saya ajak kamu ke Bolevard “

“Ok sayang , tapi lo harus berterima kasih kepadaku, uda memperkenalkan kamu sama Cowok Makassar”

“Hmmm..”

“Mungkin Hujan di senja ini yang membawa berkah telah redah.., kita jalan-jalan yuk di Pantai Akarena” Irma menawarkan liburan lainnya.

“Kamu gak capek Ir.., seharian dipenerbangan”

“Tidak lah demi untuk sahabatku yang cantik”

“Kamu juga cantik sayang … adikku, sahabatku..”

Kring…kring…HP Irma berdering

“Nah Tuh telfon dari Mamimu Ir…, beliau khawatirkan anak gadisnya!!”

“Ok.. jangan sampai ketinggalan Boneka yang akan memulai ceritanya.. sayang..”

Bersambung

Sumber : https://www.wattpad.com/myworks/47000441-catatan-sebuah-boneka


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.