Cinta diujung pelangi

Saya pergi.
Kemana ?
Mencari ujung pelangi.
Dengan siapa ?
Sendiri.
Mengapa?
Karena sepi.

Butuh teman ?
Saya butuh cinta.
Ada cinta di ujung pelangi ?
Tidak tau.
Bukannya kamu punya banyak cinta ?
Tidak juga.
Lalu mereka?
Satu dari mereka yang saya cinta sudah mau mati, satu dari mereka yang saya cinta tidak cukup dapat menyeimbangi, satu dari mereka yang saya cinta berbeda arah.
Lantas menyerah?
Tidak juga. Saya hanya pergi.
Kemana ?
Mencari ujung pelangi.
Dimana ?
Saya juga tidak tau.
Lantas bagaimana ?
Jalani saja jalan ini lurus terus. Nanti MUNGKIN akan ada PEMBERHENTIAN TITIK AKHIR. MUNGKIN.

[fairytale862000@….]

Tristan dan dua orang guru mengarahkan kedua belas murid-muridnya keluar dari kelas playgroup strawberry.  Anak-anak yang rata-rata berusia tiga tahun tersebut terlihat gembira bernyanyi sambil berjalan membentuk barisan panjang menuju ke ruang tunggu di mana orang tua sudah siap menjemput mereka pulang ke rumah.

Paragraf pertama cerita yang berjudul Cinta di Ujung Pelangi ” karya ????, selanjutnya Anda dapat baca Diujung Pelangi (Inprogress) 

Satu lagi cerita dengan judul yang sama Cinta diujung pelangi (Special)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: