Catatan Hati Ibu

akhirnya setelah 5 tahun berlalu,aku pulang juga..
kini aku ada dirumah lama kita bu..
rumah yang menyimpan semua kenangan indah maupun pahit..
tak banyak yang berubah dari rumah ini.susunan perabotan rumah tangganya pun tidak ada yg bergeser sedikitpun.
aku teruskan langkahku memasuki satu ruangan dirumah ini.ya bu,aku memasuki kamarmu.namun tanpa kehadiranmu didalamnya.kupandangi lukisan fotomu dan pria itu.mendadak kebencianku kembali muncul.
kuletakkan foto itu ketempatnya semula.

ya bu,aku letakkan fotomu ketempatnya semula.karena aku tak mau ada yang berubah sedikitpun dari rumah ini.
kulangkahkan kakiku menuju meja riasmu.dulu sering kulihat ibu menangis sendirian disini.didepan cermin ini.
kubuka laci2 kecil dimeja itu.tak ada yg istimewa.hanya beberapa kertas usang rekening listrik.
sampai tanganku menyentuh sesuatu yg agak tebal & keras.
kuraih ‘sesuatu’ itu dan kukeluarkan dr lacimu.
ternyata itu sebuah buku biru yg berdebu..mungkinkah buku ini adalah buku yg aku cari?

kuraba sampul buku itu..
kubersihkan hingga aku terbatuk2 terkena debu yg mengepul dr buku itu.
kutimang2 buku ditanganku..
akhirnya aku menemukannya bu,sebuah buku tua bersampul biru..
sebuah buku yang menyimpan sejuta rahasiamu bu..
kupandangi lagi buku itu,ada sedikit keraguan dalam hatiku.
apakah sebaiknya aku membukanya atau tetap membiarkannya tersimpan dalam laci tua itu..
ah..ibu..aku bimbang lg.aku sudah terbiasa selalu meminta izinmu sblm melakukan sesuatu.
maka kali ini ijinkanlah aku membukanya.

kubuka album biru..
dahulu penuh kasih..
teringat semua cerita orang..
tentang riwayatku..

mendadak alunan lagu “bunda” terdengar diponselku.
“halo..”
“iya mas,aku masih dirumah ibu”
“sebentar lg aku pulang”
“mas tidak usah kuatir.aku tdk apa2″sahutku mengakhiri percakapan ditelpon.
kumasukkan buku biru itu kedalam tasku.
lalu aku beranjak meninggalkan kamarmu bu.
kupercepat langkahku,aku tak mau mas ridwan menungguku terlalu lama.
mungkin suatu saat nanti aku akan kembali ke rmh ini.bersama suami & anakku

…………………………………………..

sudah hampir 1 jam dia pamit keluar.katanya mau melihat keadaan rumah lamanya.
sebenarnya aku agak heran dan kuatir dgnnya.
pergi kerumah itu hanya akan membuatnya makin terpuruk dlm kesedihannya.
aku tak tahan lg,segera kuambil ponselku & menelponnya.
“halo..dik..”
“km masih dirumah itu ya?”
“ga usah lama2 disana dik..”
“mas kuatir kalo kamu makin bersedih disana.”
percakapanku terputus.sepertinya dia tau kalo aku mengkhawatirkannya.
aku hanya berharap dia secepatnya kembali padaku & anakku

Sumber

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: