Mengapa oh.. mengapa

by

Tuhan.. bolehkah aku memohon satu kali saja untuk megungkapkan apa yang menjadi keluh kesahku selama beberapa hari ini saja..?
Tuhan.. mengapa aku sangat ingin melihat selalu raut wajah indah penuh senyuman dari balik bibirnya yang manis..
Tuhan.. mengapa aku mencintainya, membiarkan perasaan ini tumbuh dalam hati dan melaju cepat menentang segala prasangka..
Tuhan.. sanggupkah aku menahan setiap praduga yang akan terjadi selanjutnya setelah ini..? mungkinkah hal yang kuharapkan menjadi suatu kenyataan yang mustahil..?
Tuhan.. terlalu banyak pertanyaanku tentangnya, tentang dia yang selalu membuatku tertunduk perlahan.. tentang dia yang selalu membuatku tersenyum malu.. tentang dia yang selalu memberiku semangat lebih untuk tetap bertahan dalam satu sudut kesakitan..
Tuhan.. dialah hal yang samar.. tak dapat kutemukan bayang aslinya, aku terpesona oleh semua yang ada pada dirinya.. mencintanya, menyayangnya, mendambanya untuk kepentingan hatiku sendiri.. tak kau lihat betapa egoisnya aku yang tak mengijinkannya untuk pergi dan meninggalkan satu hati yang tertinggal di dunianya.. Tuhan.. aku tak sanggup menatap kedua matanya, ada sesuatu yang membuatnya sangat kuinginkan, tak berharap seseorang mampu memilikinya.. karena aku telah hidup dari dalam dirinya..

beberapa masa kemudian……..

Pernah ada yang berkata bahwa cinta itu tulus, tak memandang siapa yang dicintai, tak memandang kebahagiaan orang yang mencintainya. Kali ini aku ingin mengutarakan sesuatu yang sejak lama aku pendam. Ini tentang hatiku, sesuatu yang tak begitu penting di matamu mungkin. Hanya sebuah perasaan tak bermakna sama sekali, tapi ini sungguh benar adanya..
Pernahkah kau berfikir sebelumnya dalam diamku terdapat sebuah cinta..??
Pernahkah kau berfikir sebelumnya dalam kesendirianmu aku selalu menatapmu dari jauh..
Dan pernahkah kau berfikir sebelumnya, bahwa dalam setiap ketidakhadiranmu selalu terdapat sebuah penantian dariku..??
Hey kau tuan yang jauh disana, aku tau ini sangat tidak rasional dan sangatlah gila, tapi aku tak mampu menyembunyikannya..
Selalu saja ada perasaan yang mendesakku untuk terus bertahan dan menahan rasa yang semakin menjadi-jadi di setiap harinya.
Teruntuk kau yang jauh disana.. dapatkah sedikit saja kau pedulikan hatiku ini, setidaknya untuk mengurangi setiap rindu yang tersimpan dalam hatiku. .
Hey tuan yang jauh disana, apakah mungkin jika aku menghapus perasaan yang seharusnya tidak bermunculan di hati ini…?? bagiku tak mengapa jika ada salah satu hal yang tak terbalaskan, asal kau tak berubah dan pergi..
Hey tuan yang jauh disana, bolehkah aku mengungkapkan sesuatu padamu…???
Aku tak sanggup jika harus menahan semua rasa ini, aku tak sanggup mengendalikan setiap gejolak rasa yang mendesak untuk bertemu pemilik sejatinya..
Andai saja keberanian berpihak padaku, dan tuhan mengijinkanku untuk mencintaimu selamanya.. maka akan kulakukan seperti biasanya. Tahukah kau…, ketika kita bertemu ataupun saat kau menatapku, seluruh tubuhku gemetar dan lemas tak berdaya di hadapanmu.

Tak melihatmu sehari membuatku semakin merasa sakit, karena kau adalah …
Bagian dari keceriaanku..
Bagian dari semangatku..
Bagian dari hari-hariku..
Dan bagian dari cerita hidupku..
Satu kali saja kau mau diam disampingku, mendengarkan setiap kata yang kuucapkan selama berada disisimu..
Akan kutakan yang sesungguhnya, bahwa aku memilih untuk diam karena ..
Aku sangat menyayangimu …

Sumber ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: