Senandung di Tepi Batas

by
Dia, setelah bertahun-tahun ‘dibuang’ oleh ibunya ke pulau orang. Tiba-tiba, menyuruhnya pulang, membuat hatinya berbunga-bunga bukan kepalang, sampai dia megetahui alasannya dipanggil pulang… Sungguh! bunga-bunga di hatinya itu, berganti layu bagai bunga di padang gersang yang meradang, Dia meratapi nasipnya karena dipaksa dinikahkan dengan orang yang meyebabkan dia terbuang?.
Sekali lagi , dia dengan hati yang tak utuh itu ke pulau orang, dan sekali lagi dia jatuh cinta pada pesona eksotis pulau di perbatasan. Sungguh! dia bagai -biru-nya langit yang tak akan puas dipandang, yang mengajarkannya memandang semua dari sudut yang berbeda. Dia berdua, dipertemukan di perbatasan, tempat di mana semua terasa salah, namun benar adanya… karena itu adalah suatu kenyataan.
Disisi lain bahwa cerita ini berusaha menampilkan tokoh(dalam cerita) anak bangsa negeri ini yang lebih menyenangi ringgit ketimbang rupiah.
Senandung ditepi batas ditulis dalam 3 episod (Baca sumbernya disini), walaupun menggunakan gaya bahasa atau majas yang sedikit kurang dimengerti tetapi sebagai pemula dapat dikatakan cukup menarik.
baca 3 episodnya disini

4 Responses to “Senandung di Tepi Batas”

  1. Hani (@dhanisha_fairy) Says:

    Dear Admin,

    Saya tahu cerita saya jauh dari kata bagus. dan teramat sadar setiap pengunggahan karya via Internet sangat rentan dengan hal begini. Tapi boleh dong saya berharap, para penggunanya masih mengerti norma-norma. Apalah yang lebih baik dari sebuah harapan, di dunia yang makin kacau balau seperti ini.

    So, bisa nggak saya minta tolong, cerita ini dihapus? karana saya pribadi memang tidak berniat mempublis cerita ini di luar watyy.

    Tentunya siapapun author di sana. Menganggap tulisan mereka bagai anak sendiri, dan nggak akan mudah membiarkan anak-anak itu diambil paksa, tanpa peringatn, seolah anak-anak itu bukan buah karya yang dijaga dan dibesarkan dengan segenap hati.

    Bagaimana rasanya, jika buah karya itu diambil paksa, direbut tanpa perlawanan ? mudah-mudahan kalian nggak merasakannya. Boleh kan saya berharap, kalau kita, sesama penulis, masih bisa menjaga norma-norma yang ada di tengah dunia yang makin carut marut?

    shin_an_yuki

    • Admin Says:

      Sebagai penulis ,Jangan arogan Hani, Sekali Kamu sdh mempublikasikan , Kamu tdk bisa melarang, kecuali kamu pemegang Lisensi UUHC utk tulisan itu. Sebenarnya tulisanmu itu idenya sangat baik (seorang anak bangsa republik ini yang menyenangi ringgit ketimbang rupiah). cuma khawatirnya ada propoganda terutama mereka yang ada di perbatasan negri ini…

  2. Hani (@dhanisha_fairy) Says:

    Dear Admin,

    Boleh kah saya tahu, apakah cerita ini pernah meminta ijin pada penulisnya untuk di post di sini?

  3. Admin Says:

    Ha..ha…, Hani !!, di doenia nyata, orang doeloe bilang “Sekali kata teroecap, seriboe koeda tak dapat menariknya”, sekali Hani menulis di dunia maya,maka reeder mempunyai hak dalam arti seluas-luasnya atas tulisan itu, sekali reeder menjadi penulis maka haknya terbatas dengan TOS di media tersebut ipublikasikan. coba Anda simak 2 komentar anda diatas yang sangat kontradiksi, lagI pula Adakah Anda mencantumkan Nama Asli ditulisan Anda?(UUHC).ach…jangan jangan akan terjadi sesuatu seperti dalam tulisan Anda yang berjudul [Tantangan Plagiat Wattpad Indo 2012] The Truth,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: