Cinta Tak Terungkap

Cinta Tak Terungkap

Dinginnya angin malam membuatku tersadar dari rasa kantuk yang sudah menderaku dari dua jam yang lalu. Kulihat ke arah dinding jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Di sekelilingku sudah tidak ada yang bersuara, ruangan ini terasa amat sunyi. Hanya ada suara jam dinding yang berdetak, ditemani dengan suara tetesan air dari jarum infus yang menggantung disertai dengan detakan alat pendeteksi nadi, dan suara tarikan nafas yang naik turun dari balik masker oksigen. Ku amati tubuh lemah di depanku yang sedang berbaring tak berdaya di atas tempat tidur dimana aku merebahkan kepalaku.

Baca Lanjutannya disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: